Gas Menyembur Dari Rumah Warga

Gas Menyembur Dari Rumah Warga
Menurut informasi yang diterima grandong bahwa semburan gas bercampur air lumpur kembali muncul di kawasan Porong, Jumat (20/8/2010). Kali ini semburan gas muncul di luar kawasan yang masuk peta terdampak lumpur di dapur rumah H Jamin, Desa Bringin RT 8 RW 3, Kecamatan Porong.
Akibat kejadian ini, atap dapur rumah porak-poranda dan menimbulkan suara gemuruh karena derasnya semburan. Sama dengan munculnya semburan di Panti Asuhan Nurul Azhar, Jatirejo Barat, semburan juga muncul dari lubang sumur bor.
Tohari, kerabat H Jamin yang menjaga rumah mengatakan, sebenarnya semburan gas itu muncul tiga hari lalu. Namun, tiba-tiba saja semburan kian membesar. Kita panik karena semburan semakin membesar. Tembok dapur juga retak-retak terdesak semburan itu,” ujarnya.
Selama dua hari, Tohari memantau semburan itu sambil membersihkan rumah yang sudah dua tahun ditinggal pemiliknya. Namun, , saat dia membersihkan dapur, tiba-tiba semburan membesar. Bahkan, ketinggian air mencapai atap dapur yang tingginya sekira dua meter.
Saat diperiksa, ternyata semburan itu muncul dari lubang sumur bor. Beberapa kali dia berusaha menimbun semburan itu dengan tanah padat dan batu. Namun upaya ini tidak membuahkan hasil. Air terus mengalir deras hingga menggenangi lantai dapur rumah itu. “Karena tidak bisa ditutup, kemudian dilaporkan ke BPLS,” ujar Tohari.
Tak lama kemudian petugas BPLS datang ke lokasi dan memasang pipa untuk mengalirkan air dari semburan itu. “Seperti semburan lainnya, semburan di rumah Pak Jamin juga mengandung gas metan dan kadarnya fluktuatif,” papar Humas BPLS Akhmad Zulkarnain.
Dia mengatakan, munculnya semburan itu akibat proses deformasi geologi. Yaitu munculnya retakan aktif di dekat pusat semburan sehingga mengakibatkan gas rawa yang tersimpan dalam permukaan bawah tanah ikut terdorong. Gas akan bergerak melalui celah-celah retakan dan yang mudah diterobos adalah sumur bor.
Zulkarnain menambahkan, di Desa Beringin Porong, selama ini sudah muncul semburan namun kadang mati dengan sendirinya. Sehingga, sewaktu-waktu rentan muncul semburan lagi. Setelah muncul dua semburan dalam beberapa hari ini, Zulkarnain khawatir akan bermunculan lagi semburan baru. Bahkan semburan yang sudah mati, rentan mengeluarkan gas dan air lagi. Hal ini, menunjukkan kalau terjadi lagi pergerakan di bawah tanah.
No related posts.